Beranda » Eizouken Ni Wa Te Wo Dasu Na Episode 5: Bikin Mecha Tuh Ribet!

Eizouken Ni Wa Te Wo Dasu Na Episode 5: Bikin Mecha Tuh Ribet!

Berhasilnya presentasi anime membuat Eizouken ditawari kerjasama oleh klub mecha SMA. Apakah masalah yang akan menanti Midori dan sahabatnya?

EIZOUKEN EPISODE 5 – Minggu malam lalu telah ditayangkan Eizouken ni wa Te wo Dasu na! episode kelima. Untuk episode ini adalah kemungkinan sebuah “curhat” dari tim produksi anime tersebut mengenai sedikitnya porsi anime mecha saat ini.

Premis cerita Eizouken Episode 5

Berhasilnya ketiga gadis peneliti film penggemar anime membuat mereka ditawari kerjasama oleh klub mecha SMA. Namun, apakah masalah yang akan menanti mereka?

Pasca presentasi anime ke pertemuan OSIS untuk mengamankan biaya produksi, tim Eizouken mendatangi teman-teman dari klub mecha. Klub ini beranggotakan siswa-siswi SMA Shibahama yang berminat ingin dengan mekanik, yang diwariskan ke juniornya turun temurun. Ketika tawaran untuk produksi anime mecha disodorkan kepada klubnya Midori, Sayaka Kanamori menyetujui rencana tersebut, namun dengan perhitungan biaya. Awalnya, Midori Asakusa beranggapan upaya ini tidak elok, namun Sayaka menjelaskan agar produksi ini lebih baik diniati daripada dibikin seenak hati. Tsubame Mizusaki pun menyetujui opini Sayaka tersebut.

Rembug tiga gadis maniak anime tentang detil soal ide cerita, teknis dan juga perkiraan biaya membuat anggota klub mecha merasa terganggu. Semula, Eizouken dan klub mecha berdiskusi tentang beberapa hal detil mengenai robotnya sendiri, hanya saja anggota klub robot lainnya merasa tidak diperhatikan.

Petualangan Eizouken menyusuri selokan sekolah

eizouken ep 5 1

Ketika Midori berkeliling halaman sekolah untuk riset soal setting tempat anime mecha, Ia menemukan suatu tempat yang unik. Lokasi tempat tersebut berada di belakang gedung sekolah SMA mereka, yang sejatinya pernah dipakai untuk saluran air kota Shibahama. Midori mengajak dua sahabatnya untuk bertualang mengeksplorasi terowongan bekas saluran tersebut, hanya saja Midori takut akan kegelapan. Bertualang bersama klubnya, Midori membekali dirinya dengan persiapan, termasuk diantaranya sepatu lampu anak yang pernah populer singkat di era 2000an. Sayaka melihat jalan-jalan ini cuma sekedar animasi saja mengapa harus riset sejauh ini, sedangkan Tsubame mengatakan bahwa pengalaman itu berharga ketika berlatih untuk berkarya.

eizouken ep 5 2

Dalam episode ini, mereka menemukan ruangan yang besar dan cocok dijadikan setting pertarungan antara robot dengan monster. Berimajinasi perkelahian tersebut, Midori membayangkan sang robot memiliki senjata chainsaw di tangan kanannya, sedangkan musuhnya adalah fusi antara kura-kura dengan kepiting. Tsubame terinspirasi untuk membuat beberapa special effects animasi yang dapat digambarkan dalam animenya.

eizouken ep 5 3

Kala pulang, ketiganya terjerembab jatuh ke lubang dan mendarat di tumpukan dedaunan yang sudah kering. Dari adegan itu, diperlihatkan Midori menjadi sahabat yang diandalkan sahabat-sahabatnya untuk menyelamatkan mereka. Dari sini, kita dapat mengerti karakter Midori bahwa walaupun ia banyak berkhayal tentang segala macam, Ia masih memiliki segudang ide dari menggemari anime untuk dapat diaplikasikan ke dunia nyata.

Negosiasi antar klub, sepakat karena setara imajinasi!

eizouken ep 5 4

Di lain tempat, beberapa anggota inti dari klub mecha merembug soal bagaimana mereka memutuskan hubungan dengan Eizouken sekaligus menjatuhkannya. Secara tiba-tiba, tim klub “peneliti” anime, sepulang dari eksplorasi mereka, masuk ke klub mecha ditengah pertemuan konspirasi tersebut. Sayaka melihat anggota klub mecha setengah hati untuk mewujudkan anime mereka lantaran tidak memercayai sikap profesionalisme klub Sayaka sendiri. Usut punya usut, presiden klub mecha, Ono, tersebut terlalu terpengaruh dengan fantasi dari anime mecha sendiri, yang membuat bawahannya khawatir.

Presentasi proposal klub tiga gadis tersebut terlihat menarik di mata anggota klub mecha, namun tidak halnya bagi presiden klub tersebut. Ia menyebut beberapa fitur dalam robotnya terlalu flashy dan terlalu mengutamakan aksi dari animasi sendiri, yang membuatnya berbeda dari tipe real robot yang dipikirkannya.

eizouken ep 5 5

Melihat dari konflik pemikiran tersebut, Sayaka beranggapan bahwa Ono berkesimpulan terlalu dini untuk proyek tersebut direalisasikan. Ini dikarenakan Ono belum memvisualisasikan bagaimana produk jadi akan diperlihatkan kepada publik. Midori bersama Tsubame, mendengar keluhan dari presiden klub mecha tersebut, tersentuh dengan kehawatirannya. Mereka pun selama ini hanya sebatas berimajinasi untuk terbang ke angkasa, mencoba jurus Hadoken, atau bahkan mengendarai robot ketika di dalam toilet. Berlandaskan imajinasi setara tersebut, akhirnya klub Eizouken dengan mecha sepakat untuk berkolaborasi “membangun” robot mereka!

Saatnya “membangun” robot dalam anime!

eizouken ep 5 6

Pada klimaks episode ini terlihat klub Eizouken dan mecha mendiskusikan beberapa detil mengenai desain robot mereka. Permulaan awal desain robot mereka dimulai dari tampak depan robot secara keseluruhan.

Mulai dari teknisnya, Midori memikirkan desain pintu kokpit bisa dibuka dari belakang agar membuka interaksi antara dua karakter. Namun klub mecha menganggap peletakan pintu tersebut memperlihatkan robotnya membuka kelemahannya, jadi dipindahkan ke bagian belakang leher.

Di Eizouken episode ke 5 ini, Midori mendesai kokpit dengan peralatan analog, monitor CRT dengan respons baik, dan monitor utama yang mencakup lebar jarak pandang pilot. Untuk pemandangan monitor yang membutuhkan kamera, lensanya ditaruh diatas kepala robot yang memberi nuansa klasik.

eizouken ep 5 7

Mengaktifkan robot tersebut dapat digambar sesuai imajinasi animator sendiri. Dalam episode kelima, terlihat hibrida antara mengaktifkan saklar, memencet tombol dan memutar kunci layaknya menyalakan mesin kendaraan di dunia nyata. Menggambarkan bagaimana robot itu berdiri di atas kaki sendiri, menurut Tsubame, membutuhkan penunjukkan animatornya dalam menaruh usaha kerasnya. Adegan ini sangat terlihat pada banyak anime mecha di beberapa episode awal musim yang memperlihatkan perjuangan protagonis untuk menghidupkan robotnya sebelum pertempuran.

eizouken ep 5 8

Kemudian diskusi mengenai “aksesoris” yang dapat dipasangkan robot tersebut disuguhkan dengan berbagai macam. Ada plie bunker, tampilan wajah robot selayaknya dengan bodinya, gunting hidrolik, pengebor besi, hingga kain besar untuk menutupi sendi-sendi robot tersebut. Akhirnya selesai dengan desain robotnya, Midori menganggap robot ini seperti pekerja buruh dengan berbagai macam alatnya.

Beberapa fakta menarik seputar Eizouken episode 5

Kurangnya anime bergenre mecha dengan aksi pertarungan real robot dibahas disini. Pada era antara 1990 hingga akhir 2000an, genre mecha ini sangat populer tak hanya untuk penggemar pop kultur saja. Masyarakat di Jepang pada saat itu menikmati genre tersebut saking produksi dan animasi yang kala itu masih ngetop di eranya. Memang kenyataannya, pada beberapa tahun belakangan ini porsi anime mecha semakin menipis dan hanya Gundam yang masih setia membuat Gundam Battle Divers.

Di era 90an saja beberapa studio animasi di Jepang mengikuti tren meningkatnya anime bertemakan mecha. Franchise yang mungkin kamu kenal sekarang pernah bermulai dari tahun-tahun segitu hingga ada tema isekai seperti Aura Battle Dunbine atau Escaflowne. Bahkan, Studio Ghibli yang besar berkat Kiki’s Delivery Service dan Spirited Away pernah membantu untuk key-animation beberapa franchise mecha terkenal seperti Gundam Unicorn, Gurren Lagann dan Neon Genesis Evangelion.

Lantas mengapa tren mecha di Jepang sudah meredup?

eizouken ep 5 9

Berdasarkan episode ke 5 Eizouken, banyak opini soal problema minat masyarakat pop kultur yang tidak lagi demen akan mecha.

Pertama, orisinalitas dari anime mecha tersebut sangat sedikit sejalan dengan waktu dikarenakan studio animasinya ingin menghemat biaya untuk proyek anime lainnya. Kemudian, korelasi antara mecha dengan perang sudah tidak lagi sejaman dengan anime kekinian, yang malah mengumbar isekai dan fanservice. Jepang sebagai produsen utama dari anime mecha tersebut mengutamakan tema perang melawan bangsa atau makhluk asing yang kala itu menarik di mata penggemar pop kultur pada masanya. Namun, sekarang tidak lagi tema lawas tersebut membuat mereka tertarik untuk menonton franchise dengan tema tersebut.

Ketiga, dengan adanya Eizouken yang hanya dibatasi hingga 1cour per musim saja, atau 12 episode, mau tak mau cerita dari mecha harus diringkas sesingkatnya. Permasalahannya, kebanyakan anime mecha lebih mengutamakan alur cerita berstruktur daripada anime kekinian yang kebanyakan adaptasi dari light novel maupun game.

Oleh karena itulah, pada episode kelima ini penonton diajak untuk melihat lagi pengenalan awal dari produksi mecha lewat perspektif tiga gadis “peneliti film” tersebut. Semoga episode kedepan mungkin bisa membahas hal-hal teknis untuk membuat mecha lagi nantinya.

Referensi: CBR, Opini Elijah Williams via Quora, Kairos blog, Gigguk: The Fall of Mecha

Categories Tak Berkategori